Rayakan Harlah, Miftahul Huda Gelar Pawai Budaya Yang Meriahkan Desa Druju Sumawe

  • Bagikan
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | MALANG – Puluhan siswa-siswi Lembaga Pendidikan Miftahul Huda, Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, turun ke jalan pada Senin, (27/2025).

Dengan iring-iringan penuh warna, mereka memeriahkan pawai budaya dalam rangka memperingati Hari Lahir (HARLAH) lembaga tersebut. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus cermin keteladanan bagi masyarakat sekitar.

Aksi pawai budaya yang digelar oleh Miftahul Huda ini tidak hanya diramaikan oleh siswa-siswi, tetapi juga melibatkan para wali murid, dewan guru, hingga masyarakat setempat.

Dengan semangat kebersamaan, acara ini dikemas semeriah mungkin untuk memperkenalkan sekaligus merawat tradisi budaya leluhur.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Druju, H. Mujiono, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pawai budaya tersebut.

“Pemerintah Desa Druju sangat mendukung kegiatan ini. HARLAH adalah momen penting untuk mengenalkan dan melestarikan tradisi serta warisan para leluhur. Kita semua bertanggung jawab menjaga kelestarian ini agar tetap diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar H. Mujiono.

Menurutnya, pawai budaya tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai tradisi lokal.

“Kegiatan seperti ini adalah langkah nyata untuk menanamkan nilai-nilai budaya kepada anak-anak kita, sehingga tradisi ini tetap hidup dan tidak terlupakan,” tambahnya.

Senada dengan Kepala Desa, Kepala Sekolah Lembaga Pendidikan Miftahul Huda, H. Munir, S.Pd., menegaskan pentingnya menjaga nilai sakral dan kelestarian tradisi budaya, khususnya yang berakar pada adat istiadat Jawa.

“Kami sepakat bahwa tradisi harus dirawat dan dilestarikan, tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, tetapi juga untuk membangun identitas budaya bagi generasi penerus. Dengan cara ini, warisan budaya tidak akan hilang dan tetap tercatat dalam sejarah,” ungkap H. Munir.

Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa depan, tidak hanya oleh Miftahul Huda, tetapi juga oleh lembaga-lembaga lain di Desa Druju. “Semoga ke depan acara ini bisa semakin berkembang dan menjadi kebanggaan bersama,” tambahnya.

Perayaan pawai budaya ini juga menunjukkan kolaborasi erat antara lembaga pendidikan, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.

Dari siswa tingkat RA hingga SMK, semua turut ambil bagian dalam menyukseskan acara. Mulai dari kostum tradisional yang dikenakan hingga atraksi budaya yang ditampilkan, semuanya mencerminkan keindahan warisan leluhur.

 

Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara warga Desa Druju, yang disambut dengan antusias oleh masyarakat. Melalui pawai budaya ini, semangat gotong royong dan kebersamaan terlihat nyata, memperkuat ikatan sosial di antara warga.

Dengan suksesnya acara ini, diharapkan pawai budaya Miftahul Huda tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi tradisi yang mampu menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai dan menjaga warisan budaya mereka. Dukungan pemerintah desa, lembaga pendidikan, serta masyarakat menjadi kunci keberlanjutan tradisi ini.

“Pawai budaya bukan sekadar acara, tetapi cerminan jati diri kita sebagai masyarakat yang mencintai dan menghormati budaya leluhur. Kami berharap ini menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang,” tutup H. Munir.

Dengan semangat melestarikan budaya, Lembaga Pendidikan Miftahul Huda berhasil menghadirkan perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga penuh makna, sekaligus membuktikan bahwa tradisi lokal tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *