Panglima Divif 2 Kostrad Tinjau Latgabma Keris Woomera, Tekankan Kesiapan dan Profesionalisme Prajurit

  • Bagikan
Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun meninjau pelaksanaan latihan gabungan bersama
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | SITUBONDO – Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun meninjau pelaksanaan latihan gabungan bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 di Situbondo, Jawa Timur.

Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan prajurit, ketepatan prosedur, dan profesionalisme dalam menjalankan latihan operasi gabungan TNI bersama Australian Defence Force (ADF).

Dalam kegiatan tersebut, Primadi bersama sejumlah perwira tinggi TNI mendampingi Dankodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika meninjau pelaksanaan penembakan drill basah yang menjadi salah satu rangkaian latihan pada 12–20 Oktober 2026.

Primadi menekankan pentingnya kesiapan personel, penguasaan prosedur, serta disiplin dalam setiap tahapan latihan, terutama saat menggunakan persenjataan dan mengoperasikan alutsista.

“Latihan ini menjadi kesempatan bagi prajurit untuk menguji kemampuan, meningkatkan profesionalisme, serta memastikan setiap prosedur dilaksanakan secara tepat dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan,” ujar Panglima Divif 2 Kostrad

Latgabma Keris Woomera 2026 melibatkan 1.235 prajurit TNI dan 1.000 personel ADF. Latihan ini mengintegrasikan kekuatan darat, laut, dan udara melalui sejumlah skenario, mulai dari operasi maritim, pendaratan amfibi, penembakan amunisi tajam, hingga simulasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Berbagai unsur kekuatan, termasuk kapal perang, pesawat, artileri, roket, dan helikopter, dikerahkan untuk menguji koordinasi antarsatuan serta kemampuan menjalankan operasi secara terpadu.

Menurut Primadi, latihan bersama memiliki nilai strategis dalam memperluas pengalaman prajurit dan meningkatkan kemampuan bekerja sama dengan pasukan negara sahabat.

Latgabma Keris Woomera 2026 menjadi bagian dari penguatan kerja sama pertahanan Indonesia-Australia. Selain meningkatkan kemampuan operasional, latihan ini juga memperkuat hubungan antarmiliter dan mendukung upaya menjaga stabilitas serta keamanan kawasan. (red)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *