MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG — Peringatan HUT ke-62 Partai Golkar di Kota Malang diawali dengan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP), Selasa (20/10/2026) pagi.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pengurus dan kader Golkar Kota Malang ini menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus mengenang para tokoh yang telah berkontribusi bagi bangsa dan Partai Golkar.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin S.M., mengatakan, tabur bunga tersebut merupakan bagian dari instruksi DPP Partai Golkar yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada pukul 08.00 WIB.
Menurutnya, penghormatan kepada para pahlawan bukan sekadar tradisi dalam peringatan hari jadi partai. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun bangsa harus terus dilanjutkan oleh generasi penerus.
“Melalui tabur bunga ini, kami ingin menghormati para pahlawan yang telah mendahului kita. Semangat juang mereka dalam membangun Indonesia harus menjadi inspirasi bagi kita untuk terus berbuat bagi bangsa dan masyarakat,” ujar Djoko di sela kegiatan.
Dalam ziarah tersebut, jajaran Golkar Kota Malang turut mengenang sekitar 13 tokoh yang telah wafat, termasuk sejumlah tokoh dan mantan pimpinan Golkar. Di antaranya Paiman, Soesamto, serta keluarga dari mantan Ketua DPD Golkar Kota Malang, Sofian Edi Jarwoko.
Djoko menyebut, kegiatan tabur bunga menjadi agenda yang terus dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pendahulu. Bagi Golkar, mengenang mereka bukan hanya tentang merawat ingatan, tetapi juga melanjutkan nilai perjuangan dan pengabdian yang telah diwariskan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang digelar serentak secara nasional. Doa tersebut ditujukan agar Partai Golkar senantiasa diberikan kelancaran dalam menjalankan perjuangan politik serta mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Momentum HUT ke-62 ini juga dimanfaatkan Djoko untuk mengingatkan seluruh kader agar kembali pada semangat dasar Golkar, yakni lahir dari rakyat dan berjuang untuk rakyat.
Ia meminta seluruh pengurus, kader, dan anggota fraksi Golkar di DPRD Kota Malang untuk semakin dekat dengan masyarakat, menyerap aspirasi, serta menghadirkan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi warga.
“Golkar lahir dari rakyat dan harus kembali kepada rakyat. Seluruh kader, pengurus, dan fraksi harus berbaur dengan masyarakat dan memberikan solusi,” tegasnya.
Djoko menekankan, partai politik tidak boleh hanya hadir ketika pemilihan umum berlangsung. Golkar harus mampu menunjukkan pengabdian melalui kerja nyata dan kehadiran yang konsisten di tengah masyarakat.
“Golkar jangan hanya hadir sebagai partai lima tahunan, tetapi harus menjadi solusi bagi masyarakat dalam setiap kebutuhan dan ruang-ruang diskusi mereka,” pungkasnya. (Cha)















