MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang memperkuat sinergi dengan Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Malang untuk mendorong pengembangan UMKM melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan.
Kolaborasi ini diarahkan untuk membangun ekosistem usaha yang lebih tangguh sekaligus mencetak pengusaha muda yang mampu mengelola keuangan secara sehat.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPC HIPMI Kota Malang yang menghadirkan sekitar 15 kerja sama dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) V dan Forum Bisnis Cabang, Minggu (11/10/2026).
Menurut Farid, kerja sama antara OJK dan HIPMI memiliki ruang strategis untuk melampaui pengembangan jejaring bisnis. Kolaborasi tersebut juga dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas pemahaman pelaku usaha muda mengenai perencanaan keuangan, pengelolaan modal, serta pemanfaatan layanan keuangan secara tepat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dengan mendorong mahasiswa menjadi pengusaha, secara langsung maupun tidak langsung mereka akan belajar bagaimana merencanakan dan mengelola keuangan. Ini juga menjadi bagian dari fungsi OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan,” ujar Farid.
OJK Malang membuka peluang untuk melanjutkan kolaborasi dengan HIPMI, khususnya dalam memperluas edukasi keuangan dan mendukung pengembangan UMKM di Kota Malang.
Bagi OJK, komunitas pengusaha muda menjadi mitra strategis untuk mendekatkan edukasi keuangan kepada pelaku usaha dan calon wirausahawan.
Dengan pendekatan tersebut, literasi keuangan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi diterapkan dalam pengambilan keputusan bisnis sehari-hari.
Farid menegaskan, kolaborasi ke depan juga akan menyasar berbagai isu strategis yang berkembang di Malang, terutama yang berkaitan dengan literasi dan inklusi keuangan.
“Kami tentunya akan terus berkolaborasi dengan HIPMI, khususnya untuk mengembangkan UMKM yang ada di Kota Malang. Kami juga akan mengajak HIPMI kembali berkolaborasi dalam literasi, inklusi, dan berbagai isu strategis yang sekarang ada di Malang,” katanya.
Sinergi OJK dan HIPMI menjadi penting di tengah kebutuhan pelaku UMKM untuk tidak hanya memperluas pasar dan membangun kemitraan, tetapi juga memperkuat tata kelola keuangan usaha.
Kemampuan memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, menyusun perencanaan keuangan, serta memahami akses layanan keuangan formal merupakan bekal penting bagi keberlanjutan usaha.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, OJK Malang dan HIPMI Kota Malang diharapkan dapat memperkuat fondasi kewirausahaan lokal, memperluas akses edukasi keuangan, dan mendorong UMKM tumbuh lebih terukur serta berdaya saing.
Bagi kedua pihak, penguatan ekosistem pengusaha muda bukan semata-mata soal melahirkan bisnis baru, melainkan juga membangun pelaku usaha yang cakap secara finansial dan mampu menjaga keberlangsungan bisnisnya dalam jangka panjang. (cha/dd)















