Isyana Arsila Farzana, Pemain Sayap yang Bermimpi Membela Arema Women dan Timnas Indonesia

  • Bagikan
Isyana Arsila Farzana bersama orang tua saat menjadi juara di Malang Junior Liga (MJL) 2026
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | MALANG – Usianya baru 10 tahun, tetapi Isyana Arsila Farzana sudah memiliki mimpi besar di sepak bola. Berposisi sebagai sayap, siswi SDN Sawojajar 6 Kota Malang ini ingin menembus Arema Women dan suatu hari mengenakan seragam Timnas Indonesia.

Di lapangan, gadis yang biasa dipangg Arsila ini terus mengasah kemampuannya sebagai pemain sayap. Posisi ini menuntut kecepatan, kelincahan, keberanian melewati lawan, serta kecermatan menciptakan peluang.

Bukan sekadar berlari di sisi lapangan, seorang winger harus mampu menjadi ancaman bagi pertahanan lawan sekaligus membantu tim membangun serangan.

Ada sosok yang menjadi inspirasinya dalam bermain sepak bola, yakni Lamine Yamal, bintang muda Barcelona dan Timnas Spanyol.

Permainan Yamal yang berani menghadapi lawan, memiliki kontrol bola apik, serta mampu membuka ruang dari sektor sayap menjadi gambaran sepak bola yang menarik bagi pemain seusia Arsila.

Sejak bergabung dengan SSB Miftahul Huda Soccer School (MHSS) Malang pada 2025, Isyana terus menjalani proses pembinaan dan mengumpulkan pengalaman bertanding.

Ia belajar bahwa kemampuan individu harus berjalan beriringan dengan disiplin, pemahaman taktik, dan kerja sama tim.

Proses itu mulai berbuah prestasi. Bersama SDN Sawojajar 6, Arsila turut meraih gelar juara Malang Mbois 11 Piala Wali Kota Malang dan Asifa Future Malang. Bersama MHSS, ia juga menjadi bagian dari tim juara Malang Junior Liga (MJL) 2026, selain sejumlah pencapaian di kompetisi lainnya.

Bagi Arsila, setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk berkembang. Sebagai pemain sayap kiri, ia dituntut semakin matang dalam membaca pergerakan lawan, menentukan waktu untuk menusuk, serta mengambil keputusan ketika berada di sepertiga akhir lapangan.

Putri pertama pasangan Tonny dan Sulis ini masih memiliki perjalanan panjang. Namun, ia telah menetapkan tujuan yang ingin dikejar: berkembang menjadi pesepak bola berkualitas, menembus Arema Women, dan membawa kemampuannya hingga level tim nasional.

“Saya ingin masuk Arema Women dan bisa membela Timnas Indonesia. Pemain idola saya Lamine Yamal. Saya ingin terus berlatih supaya semakin jago bermain sepak bola dan bisa meraih cita-cita saya,” menjadi tekad yang menggambarkan semangat Arsila dalam mengejar mimpinya.

Mengidolakan pemain kelas dunia tentu bukan berarti harus meniru seluruh gaya bermainnya. Bagi Arsila, sosok Yamal bisa menjadi inspirasi untuk berani menguasai bola, percaya diri menghadapi lawan, dan terus mengembangkan kemampuan.

Selebihnya, kerja keras dalam latihan dan pengalaman kompetisi akan membentuk karakter permainannya sendiri.

Jalan menuju sepak bola profesional tidak dibangun hanya dengan bakat dan mimpi. Ada proses panjang yang membutuhkan disiplin, konsistensi, dukungan keluarga, serta kemauan untuk terus belajar.

Arsila masih berada di awal perjalanan. Namun, dari lapangan sepak bola Malang, ia telah memulai langkahnya.

Dengan posisi sayap kiri, prestasi yang mulai terkumpul, dan cita-cita membela Arema Women hingga Timnas Indonesia, Isyana sedang berusaha mengubah mimpi masa kecilnya menjadi target yang nyata. (red)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *