Brawijaya Culture and Food Festival 2026, Kolaborasi Budaya dan Kuliner untuk Dongkrak Ekonomi Kreatif Malang

  • Bagikan
Brawijaya Culture and Food Festival 2026 yang berlangsung meriah di Alun-Alun Merdeka Kota Malang
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Perpaduan seni budaya dan kuliner Nusantara menjadi kekuatan untuk menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Kota Malang.

Potensi itu diangkat melalui Brawijaya Culture and Food Festival 2026 yang berlangsung meriah di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Minggu (11/10/2026).

Mengusung tema Aksara Rasa: Savor of The Soul Nusantara, festival ini tidak sekadar menjadi panggung perayaan keberagaman budaya, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda dan pelaku UMKM untuk mengembangkan potensi kreatif berbasis kekayaan lokal.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, yang hadir mewakili Wali Kota Malang, menegaskan dukungan Pemkot terhadap kegiatan yang menghubungkan pelestarian budaya dengan penguatan ekonomi masyarakat.

“Melalui ajang seperti Brawijaya Culture and Food Festival ini, kita tidak hanya merayakan kekayaan tradisi, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan generasi muda untuk terus berkreasi serta memperkuat daya tarik pariwisata Kota Malang,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi seni budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif menjadi peluang untuk memperluas promosi potensi daerah sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Dukungan juga disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, melalui sambutan daring. Ia menilai Kota Malang memiliki ekosistem kreatif, talenta muda, serta kekuatan budaya dan kuliner yang dapat terus dikembangkan menjadi karya bernilai ekonomi.

“Inisiatif seperti Brawijaya Culture and Food Festival penting untuk memperkuat potensi tersebut menjadi karya dan peluang ekonomi yang berdampak bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi generasi muda, komunitas, pelaku kreatif, dan perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Ketua Pelaksana Brawijaya Culture and Food Festival 2026, Nariswari Nismara, menyampaikan bahwa festival ini menjadi bentuk kontribusi generasi muda dalam menjaga kekayaan budaya sekaligus memajukan kuliner Indonesia.

Digelar mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB, festival tersebut menghadirkan beragam pertunjukan budaya dari siswa sekolah, kesenian daerah, hingga food parade yang menampilkan kekayaan kuliner Nusantara.

Rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada peserta dan generasi muda yang berkontribusi dalam penyelenggaraan festival.

Melalui kegiatan ini, budaya diharapkan tidak berhenti sebagai warisan yang dipertontonkan, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang membuka peluang usaha, mendorong kreativitas generasi muda, dan memperkuat identitas Kota Malang sebagai kota kreatif dan berbudaya. (red)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *