Jangkau 6.000 RT, Sanusi Bidik Program Sampah AEPW Jadi Model Pengelolaan Berkelanjutan

  • Bagikan
Bupati Malang M. Sanusi saat bertemu dengan AEPW
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | MALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menegaskan tidak ingin program pengelolaan sampah bersama Alliance to End Plastic Waste (AEPW) berhenti sebatas proyek percontohan.

Program yang kini telah menjangkau ribuan masyarakat tersebut didorong berkembang menjadi sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.

Bupati Malang M. Sanusi menekankan hal itu saat bertemu dengan AEPW di Melati Resto, Hotel Tugu Malang, Senin (5/10) malam.

Menurutnya, keberlanjutan program harus mulai dipastikan sejak tahap implementasi, termasuk melalui penguatan kemitraan dan dukungan lintas sektor.

“Harapan kami program ini tidak terlalu lama dalam prosesnya. Penyelesaian persoalan sampah harus terus didorong agar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Sanusi.

Ia menyebut perkembangan program sejauh ini cukup positif. Implementasinya telah menjangkau sekitar 6.000 RT di 12 desa, dengan masyarakat mulai mendapatkan edukasi sekaligus terlibat dalam pemilahan sampah dari sumbernya.

Menurut Sanusi, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci. Pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan sarana dan teknologi, tetapi harus dimulai dari rumah tangga melalui kebiasaan memilah sampah.

“Ini merupakan pilot project. Kalau bisa berjalan dengan baik, tentu akan menjadi contoh dan menarik minat berbagai pihak untuk ikut mengembangkan program serupa di Kabupaten Malang,” katanya.

Pemkab Malang pun membuka peluang agar program tersebut terus berlanjut hingga 2027 bahkan 2028. Targetnya bukan sekadar mempertahankan program yang ada, tetapi menjadikannya sebagai model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dapat diperluas.

Potensi tersebut bahkan mulai mendapat perhatian pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum. Kabupaten Malang dinilai memiliki peluang menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Namun, Sanusi mengingatkan keberlanjutan program juga harus ditopang kesiapan infrastruktur. Ketersediaan sarana dan prasarana, termasuk lahan yang mendukung proses transportasi dan pengelolaan sampah, menjadi bagian penting yang perlu dipastikan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar menegaskan komitmen Pemkab Malang untuk mendukung penuh implementasi program bersama AEPW.

“Pemkab Malang mendukung sepenuhnya program ini. Harapannya, program dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, Pemkab Malang berharap keberhasilan program tersebut tidak berhenti di 12 desa yang menjadi lokasi awal.

Jika model yang dibangun terbukti efektif, program diharapkan dapat diperluas dan menjadi pemantik bagi daerah lain untuk mengembangkan pola pengelolaan sampah sesuai karakteristik wilayah masing-masing. (red)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *