MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG — Sebuah gebrakan yang tak biasa namun berdampak besar dilakukan anggota DPRD Kota Malang Djoko Prihatin resmi meluncurkan program “GoodDrop”.
Diawali di dua Kelurahan Kota Malang yakni Mojolangu dan Lowokwaru pada tanggal 14 dan 15 Juni 2025, program “GoodDrop” ini adalah sebuah inisiatif penukaran limbah minyak jelantah rumah tangga menjadi minyak bersih atau sayuran segar.
Sebagai anggota DPRD Kota Malang dari Partai Golongan Karya yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi A dan Ketua KADIN Malang, Djoko Prihatin tampil sebagai sosok sentral yang membawa angin segar di tengah isu lingkungan dan ekonomi perkotaan. .
“Ini adalah manifestasi karya saya yang tidak hanya sebagai kader partai Golongan Karya, namun juga wakil rakyat. Dan lebih dari itu adalah rakyat membantu rakyat,” ujarnya.
Dijelaskan olehnya, GoodDrop didesain sebagai skema untuk mengatasi kebiasaan membuang minyak jelantah ke saluran air, yang dalam jangka panjang dapat merusak sistem drainase dan memperparah pencemaran lingkungan.
Namun lebih dari itu, GoodDrop juga menjawab tantangan ekonomi rumah tangga. Djoko menjelaskan,
“Tentunya warga akan diuntungkan. Skemanya adalah minyak jelantah atau limbah yang tentunya sehari-hari dihasilkan hanya perlu ditukarkan ke depo yang tersedia untuk mendapatkan minyak bersih baru atau sayur.” ujarnya
Menurutnya, ini merupakan bentuk bantuan ekonomi secara tidak langsung yang tetap bisa berdampak nyata di tingkat keluarga.
Program ini digarap secara serius bersama Hendi Suryo Leksono, petinggi HIPMI Malang yang juga berperan sebagai penggerak utama program, serta tim Capunglam dari Universitas Brawijaya yang terdiri dari mahasiswa peduli lingkungan.
Djoko menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan GoodDrop ke seluruh kelurahan di Kota Malang agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.
“Kami menerima semua jenis minyak jelantah, entah itu bekas memasak ayam goreng, ikan teri, bahkan yang masih ada rabuk (sisa tepung)nya pun kami terima.” kata Djoko dengan gaya khasnya yang santai.
Pernyataan itu disambut gelak tawa warga, sekaligus menegaskan bahwa program ini dirancang tanpa birokrasi rumit dan benar-benar berpihak pada warga.
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, GoodDrop akan segera hadir di tiap kelurahan secara bertahap. Namun jika tak sabar menunggu, warga bisa langsung membawa minyak jelantahnya ke dua titik pengumpulan yang sudah tersedia di Kelurahan Mojolangu dan Lowokwaru.
Melalui GoodDrop, Djoko Prihatin membuktikan bahwa langkah kecil bisa melahirkan dampak besar. Ia tidak hanya menciptakan solusi teknis, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong berbasis lingkungan.
“Jika program ini terus dikembangkan dan direplikasi, bukan tidak mungkin Kota Malang akan menjadi contoh nasional dalam pengelolaan limbah rumah tangga yang berdaya guna dan berdaya lingkungan” pungkasnya

























