Konsolidasi Dimulai dari Jatim, PROJO Targetkan Penguatan Organisasi Hingga Tingkat Desa

  • Bagikan
Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi,
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANV – Langkah awal konsolidasi nasional organisasi relawan Pro Jokowi (Projo) resmi dimulai dari Jawa Timur. Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa pihaknya menyiapkan program 100 hari kerja sebagai strategi memperkuat struktur organisasi sekaligus mengawal jalannya pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Program tersebut dirancang menjangkau seluruh wilayah Jawa Timur, mulai dari 38 kabupaten dan kota hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Targetnya jelas, membangun organisasi yang solid, terorganisir, dan mampu bergerak cepat di tengah masyarakat.

Budi Arie menyebut, konsolidasi ini merupakan tindak lanjut dari amanat kongres Projo yang mendorong penguatan struktur di daerah. Jawa Timur dipilih sebagai titik awal transformasi organisasi menuju gerakan rakyat yang lebih berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa Projo bukan sekadar relawan politik yang muncul saat momentum pemilu. Lebih dari itu, Projo diharapkan terus berkembang menjadi gerakan sosial yang aktif dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Projo lahir dari semangat rakyat. Karena itu, kita harus terus bertransformasi agar tetap relevan dan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Model konsolidasi di Jawa Timur ini nantinya akan direplikasi di berbagai provinsi lain. Projo menargetkan penguatan organisasi secara merata agar kontribusinya terhadap pembangunan nasional semakin terasa.

Dalam hal pengawalan pemerintahan, Projo menyatakan sikap tegas. Mereka berkomitmen mendukung penuh pemerintahan Prabowo-Gibran hingga akhir masa jabatan, sekaligus memastikan program-program strategis berjalan sesuai harapan rakyat.

“Kita punya tanggung jawab untuk memastikan pemerintahan ini berhasil. Semua program strategis harus kita kawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Budi Arie.

Ia juga mendorong jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo Jawa Timur agar segera bergerak aktif menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Kehadiran Projo diharapkan tidak hanya terlihat, tetapi juga dirasakan melalui aksi nyata.

Menurutnya, partisipasi rakyat adalah kunci dalam demokrasi. Projo ingin menjadi motor penggerak yang menghidupkan partisipasi tersebut sekaligus menjaga semangat gerakan rakyat tetap menyala.

“Kita ingin Projo hadir di tengah masyarakat, memberi warna, dan menjadi bagian dari solusi untuk masa depan rakyat yang lebih baik,” ujarnya.

Menanggapi isu dirinya kembali masuk dalam jajaran kabinet, Budi Arie tidak memberikan banyak tanggapan. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan presiden.

“Itu hak prerogatif presiden,” ucapnya singkat.

Dengan dimulainya konsolidasi dari Jawa Timur, Projo menunjukkan keseriusannya bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang tidak hanya aktif secara politik, tetapi juga berperan langsung dalam mendorong kesejahteraan rakyat.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *