Serahkan 212 Sertipikat Tanah untuk Muhammadiyah, Menteri Nusron Wahid Tekankan Pentingnya Meningkatkan Martabat Umat

  • Bagikan
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | JAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, secara simbolis menyerahkan 212 Sertipikat Hak Milik (SHM) atas tanah milik Muhammadiyah di acara Pengajian Ramadhan 1446 H yang digelar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Jakarta, Kamis (06/03/2025).

Sertipikat ini mencakup luas total 366.432 meter persegi, terletak di Desa Bendungan, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan akan mendukung berbagai aktivitas sosial serta organisasi Muhammadiyah.

Penyerahan tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Nusron kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, yang turut disaksikan oleh Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, yang juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Aset tanah ini menjadi bagian penting dalam mendukung program-program sosial yang digagas oleh Muhammadiyah untuk umat.

Dalam pidatonya, Menteri Nusron menegaskan bahwa mengelola tanah bukan hanya tentang menyelesaikan masalah administratif, melainkan juga soal meningkatkan harkat dan martabat umat manusia. Ia menjelaskan bahwa tugas Kementerian ATR/BPN adalah mengurus persoalan tanah, yang sesungguhnya berhubungan langsung dengan kehidupan manusia.

“Tanah adalah asal usul manusia, mengurus tanah berarti mengurus masalah kehidupan umat manusia,” ujar Nusron.

Menteri Nusron menyampaikan kutipan ayat Al-Quran yang mengingatkan bahwa manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah.

“Dari tanahlah Aku menciptakan manusia, dan ke dalam tanahlah Aku kembalikan manusia. Serta dari tanahlah Aku bangkitkan ke dalam kehidupan yang berbeda,” kata Nusron, menegaskan pentingnya tanah dalam siklus hidup manusia.

Lebih lanjut, Menteri Nusron memohon doa restu agar ia dapat menjalankan tugasnya dengan amanah dan penuh tanggung jawab. Ia juga mengajak umat untuk mendoakan agar Presiden Prabowo Subianto, para menteri, serta seluruh pemimpin daerah dan desa diberikan kekuatan untuk bekerja demi kesejahteraan rakyat.

“Pemimpin harus punya niat yang baik untuk mengangkat harkat martabat masyarakat, karena tugas mereka adalah meningkatkan kualitas hidup umat,” ujar Nusron.

Mengutip doa Rasulullah SAW, Menteri Nusron mengingatkan tentang pentingnya niat tulus dalam mengemban amanah kepemimpinan. Ia menceritakan doa Rasulullah yang berbunyi,

“Ya Allah, jika ada di antara umatku yang memimpin rakyat dan mengurus kehidupan mereka dengan niat baik untuk mengangkat derajat mereka, maka angkatlah derajatnya.” ucapnya

Menteri Nusron juga mengingatkan agar setiap pemimpin di Indonesia, dari pusat hingga daerah, memiliki itikad yang jelas untuk mempermudah hidup rakyat dan meningkatkan martabat mereka.

Ia menekankan bahwa para pemimpin harus selalu berfokus pada kesejahteraan umat dengan niat yang tulus, agar tugas mereka benar-benar dapat mengangkat harkat martabat masyarakat.

“Semua pemimpin harus memiliki niat dan itikad baik untuk mempermudah hidup rakyat dan mengangkat harkat martabat mereka. Semoga Allah SWT mengangkat derajat mereka dalam menjalankan amanah ini,” tegas Nusron.

Hadir dalam acara ini sejumlah tokoh penting, termasuk Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri KKP Sakti Wahyu Tenggrono, dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Fauzan. Kehadiran mereka semakin menegaskan pentingnya kerja sama antara Muhammadiyah dan pemerintah dalam menciptakan kemajuan sosial yang merata.

Penyerahan sertipikat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen Muhammadiyah untuk meningkatkan kualitas hidup umat melalui pemanfaatan tanah untuk kegiatan sosial dan pendidikan.

Menteri Nusron berharap program-program yang digagas oleh Kementerian ATR/BPN dapat menjadi bagian dari upaya besar untuk meningkatkan martabat umat dan menciptakan kesejahteraan bersama.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *