KONSER EPIK PADUAN SUARA MAHASISWA SWARA SATATA CAKTI MENUJU 3rd SOEGIJAPRANATA INTERNATIONAL CHOIR COMPETITION 2024

  • Bagikan
banner 468x60

Penulis : Zhafirah Farhah Nuruddin

Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik

Universitas Negeri Malang

 

MALANGPOINT.COM, MALANG – Swara Satata Çakti atau yang disingkat SSÇ merupakan paduan suara Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Negeri Malang. SSÇ kerap kali mengadakan konser tiap tahunnya, baik itu konser menuju lomba ataupun konser muda diklat. SSÇ juga sering mengikuti ajang perlombaan paduan suara Tingkat nasional maupun internasional.

Beragam juara dan penghargaan yang telah SSÇ raih, meningkatkan profit paduan suara Universitas Negeri Malang. Latihan yang intens dilakukan ssc untuk mempersiapkan perlombaan paduan suara ini agar dapat meraih juara.

Konser dengan judul “Estória Glanz” ini merupakan sebuah konser untuk menunjukkan kesiapan paduan suara mahasiswa Universitas Negeri Malang menuju 3rd Soegijapranata International Choir Competition pada tanggal 14-17 November di Semarang.

Konser berlangsung selama dua sesi dengan total 11 lagu yang dinyanyikan. Kostum yang mereka kenakan pun ada 2, kostum oranye di sesi pertama dan kostum hitam di sesi kedua. Sayangnya untuk kostum hitam pada sesi dua tersebut tidak selaras pada tiap penyanyi perempuan, sehingga sedikit mengurangi estetika panggung. Tak hanya kostum, penampilan dan mimik muka penyanyi juga perlu diperhatikan dalam segi visual.

Konser SSÇ kali ini bertempat di Gedung UBTV, dimana Gedung tersebut memiliki gaung yang bagus untuk paduan suara. Kerap kali merasa merinding mendengarkan lagu-lagu tersebut dinyanyikan. Bagi saya lagu yang paling berkesan adalah “Hentakan Jiwa”, lagu tersebut sangat sering dinyanyikan oleh tim paduan suara. Melalui nyanyian dan koreonya tersampaikan dengan indah pada penonton, ditambah adanya dua solois membuat perasaan lagu tersebut lebih bermakna.

Dengan adanya koreo dalam lagu, sangat mempengaruhi sebuah penampilan. Ada beberapa kali penyanyi salah koreo dan kurang kompak gerakannya, sehingga mengurangi estetika penampilan. Yang paling berkesan adalah pada lagu “Paris Barantai” dengan kostum yang merumbai-rumbai dan koreo tangannya membuat lagu tersebut sangat megah.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *