MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, menggelar evaluasi kinerja partai di tingkat pengurus kecamatan (PK) sebagai langkah strategis menyongsong musyawarah kecamatan (muscam).
Kegiatan yang dirangkai Halal Bihalal dan anjangsana organisasi tersebut dimulai di PK Blimbing dan dilanjutkan ke PK Sukun, dengan melibatkan pengurus harian hingga tingkat kelurahan (PL). Minggu, (12/04/2026).
Selain menjadi forum konsolidasi organisasi, agenda ini juga dimanfaatkan sebagai momentum halal bihalal dalam suasana Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai jalannya kegiatan, namun tetap sarat dengan pembahasan serius terkait penataan internal partai.
Djoko Prihatin menegaskan bahwa evaluasi ini tidak sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya melakukan audit organisasi secara menyeluruh, khususnya pada struktur kepengurusan di tingkat kelurahan.
“Selain halal bihalal, kita juga melakukan audit organisasi. Karena ketika kita berbicara muscam, itu menyangkut unsur-unsur di dalamnya, yaitu kelurahan-kelurahan,” ujarnya.
Ia mengakui, pada periode sebelumnya masih ditemukan ketidaktertiban administrasi, termasuk persoalan legalitas kepengurusan yang tidak sinkron dengan surat keputusan (SK) resmi.
“Di kelurahan-kelurahan itu memang pada periode sebelumnya banyak tambal sulap. Artinya, tidak tertib secara organisasi. Kita ingin memotret dari kecamatan ini, SK-SK mereka seperti apa. Sehingga sebelum muscam dilaksanakan, administrasi harus kita benahi terlebih dahulu,” tegasnya.
Menurutnya, pembenahan ini penting untuk menghindari klaim kepengurusan yang tidak sesuai dengan dokumen resmi. Ia mencontohkan masih adanya pihak yang mengaku sebagai ketua PL, namun tidak tercantum dalam SK yang sah.
“Jangan sampai nanti ada yang mengaku sebagai ketua PL, tapi di SK-nya bukan itu. Ini yang ingin kita tertibkan. Kemungkinan kita juga akan mengeluarkan SK baru untuk kecamatan-kecamatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Djoko menekankan bahwa muscam harus menjadi forum yang tertib, kredibel, dan memiliki dampak nyata terhadap konsolidasi partai. Ia berharap, melalui proses ini, struktur organisasi Golkar di tingkat kecamatan semakin solid dan siap menghadapi agenda politik ke depan.
Terkait kriteria calon ketua PK, Djoko menyebut bahwa hal tersebut telah diatur dalam AD/ART partai. Namun demikian, ada sejumlah penekanan khusus yang menjadi perhatian dalam proses penjaringan.
“Kriterianya jelas, harus tokoh di wilayahnya, aktif di organisasi, punya rekam jejak dan prestasi selama periode sebelumnya. Yang tidak kalah penting, harus satu frekuensi dan satu misi dengan kepengurusan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya keselarasan visi dalam bingkai semangat “satu komando, satu perjuangan, dan satu tujuan” sebagai landasan gerak partai.
Sementara itu, untuk prioritas penguatan basis politik, Djoko menyebut wilayah Kedungkandang masih menjadi fokus utama, disusul Klojen yang mulai menunjukkan dinamika politik yang cukup tinggi.
“Untuk sementara ini Kedungkandang masih jadi fokus. Karena di sana sudah mulai muncul dinamika, termasuk di Klojen. Ini menjadi perhatian kita dalam memetakan kekuatan tokoh di masing-masing wilayah,” pungkasnya.

























