MALANGPOINT.COM– Kab. Malang – Muspika Kecamatan Wajak Kabupaten Malang sangat mendukung kesenian lokal yaitu seni Bantengan.
Kesenian Bantengan saat ini menjadi kesenian rakyat. Oleh karena itu Muspika Kecamatan Wajak sangat mendukung dalam melestarikan kesenian rakyat tersebut.
Seperti yang disampaikan Sekcam Wajak Ir. Boedi Tjahjono saat mendampingi seni Bantengan saat tampil di Kawedanan Singosari bahwa kesenian Bantengan dari Kecamatan Wajak saat ini terus dikembangkan.
“Kesenian Bantengan di Kecamatan Wajak yang dikenal Bantengan Lereng Semeru saat ini sedang diajukan mendapat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Disparbud Kabupaten Malang untuk tingkat nasional” ucap Boedi saat berada di Singosari, Senin (30/12/2024)
Masih kata Boedi, pelestarian kesenian Bantengan di Kecaamatan Wajak terus dilakukan dengan menggelar beberapa event.
“Bantengan Lereng Semeru ini juga pernah menjadi juara pertama di event fesfival bantengan yang digelar Pamkab Malang di Jalibar Kepanjen” kata Boedi
Bahkan di hari sebelumnya pihaknya juga menggelar sosialisasi pencegahan pernikahan anak di usia dini melalui pertunjukan seni bantengan.
“Kita memberikan sosialisasi lewat kesenian Bantengan. Karena kesenian ini dianggap sudah sangat merakyat” ucapnya
Pemerintah Kecamatan Wajak sangat mengapresiasi seni Bantengan, di setiap acara Bantengan, pihaknya sudah mengatur ijin yang diterbitkan oleh Muspika Wajak yaitu hanya hari Sabtu malam dan hari libur di siang hari
Boedi Tjahjono juga menambahkan, untuk kegiatan sosialisasi, hal ini untuk mendukung pencegahan perkawinan anak/pernikahan dini di Kecamatan Wajak melalui sosialisasi yang disampaikan melalui banner dan panitia di pertunjukan seni Bantengan.
Menurutnya, untuk menghindari perkawinan anak di usia muda diperlukan kesadaran remaja dan pengendalian diri remaja terhadap pergaulannya dimana masih dalam proses pembelajaran dan rasa ingin tahu terlalu tinggi.
“Dibutuhkan kesadaran bagi remaja dan pengendalian diri untuk menghindari dan mensosialisasikan pentingnya menunda perkawinan usia muda,” ujarnya.
Dengan kegiatan yang positif ini, Boedi berharap semoga Kecamatan Wajak mampu menekan jumlah perkawinan anak dan pernikahan anak usia dini melalui sosialisasi dan edukasi kepada orang tua khususnya di daerah yang tingkat perkawinan anaknya masih cukup tinggi
“Disisi lain, kegiatan seni Bantengan ini merupakan bagian penting dari budaya kita yang harus dijaga dan dilestarikan” pungkasnya

























