MALANGPOINT.COM | MALANG – Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang menghadiri hearing bersama KONI Kota Malang di Ruang Sidang Komisi D DPRD Kota Malang. Senin (17/03/2025).
Hearing ini untuk menjawab persoalan kesiapan venue untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 yang akan di gelar pada bulan Juni mendatang,
Baihaqi, Ka Disporapar Kota Malang menjelaskan dalam rapat dengar pendapat (hearing) tersebut, Dewan melalui Komisi D meminta agar terbangun sinergitas antara Disporapar dengan KONI Kota Malang.
“Kami diminta untuk lebih intensif untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan KONI Kota Malang dalam rangka lebih meningkatkan dalam persiapan Porprov Jatim 2025,” jelas Baihaqi.
Ia mencontohkan seperti yang terjadi di venue voli pantai dan panjat tebing nantinya akan dilakukan penanganan dan perbaikan dengan berkoordinasi bersama KONI yang diawasi Komisi D.
“Contoh kayak bola voli pantai, pasirnya sudah ada yang merekomendasikan yang cocok ini. Dan ini masih dalam proses. nanti pasir yang ada itu (yang belum layak) ditarik lagi diganti yang layak dan itu juga perlu waktu,” kata Baihaqi, Selasa (18/3/2025)
Kemudian yang panjat tebing, Baihaqi menyampaikan, nanti kurangnya juga akan segera dibenahi agar bisa digunakan para atlet dengan standar yang telah sesuai.
“Apa dari sisi pijakan dan segala macamnya nanti akan kita penuhi. Terus kemudian terkait dengan lebarnya malah justru lebih lebar dari yang dimiliki di taman gayam dan gedung KONI malah lebih lebar 1 meter,” lanjutnya.
Baihaqi menambahkan bahwa kedepan pihaknya berkomitmen untuk membangun komunikasi dengan KONI maupun Dewan Komisi D sebagai lembaga pengawasan.
“Supaya persiapan porprov lebih maksimal dan nanti akan selalu dipantau dan diawasi oleh DPRD melalui Komisi D selaku lembaga yang punya hak untuk pengawasan. Dan pada 10 April 2025 nanti akan dilakukan rapat kembali untuk mengecek tindak lanjutnya,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Komisi D, Eko Herdiyanto menjelaskan bahwa Kota Malang sebagai tuan rumah harus melakukan persiapan secara maksimal, terutama pada sarana venue yang akan digunakan untuk pertandingan maupun sarana berlatih bagi atlet yang akan berkompetisi dalam ajang Porprov Jatim 2025 kali ini.
Eko berharap antara Disporapar dan KONI terbangun komunikasi yang baik sehingga tercipta kolaborasi yang saling menguatkan agar kesiapan Kota Malang sebagai tuan rumah tercapai secara maksimal.
“Intinya kami menginginkan agar Disporapar dan KONI semakin bisa meningkatkan garis komunikasi dan koordinasi,” jelas Eko
Melalui instrumen lembaga negara, Komisi D DPRD Kota Malang yang telah melaksanakan tugas pengawasan. Kedepannya diharapkan meminimalisir terjadinya kesalahan dengan selalu membangun koordinasi dan melaksanakan konsolidasi antar pihak.
“Koordinasi dan konsolidasi dua arah yang saling menguatkan untuk persiapan Porprov baik itu perbaikan-perbaikan sarana dan prasarana venuenya ataupun persiapan konkret teknis di Cabor-cabor yang menjadi domain KONI,” ujarnya

























