Hadirkan Busana Khas Kota Malang di Momen HUT ke-112, Wahyu Hidayat Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

  • Bagikan
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Tanggal 1 April 1914 merupakan titik awal resmi berdirinya Kota Malang. Dalam rentang waktu 112 tahun, berbagai dinamika telah dilalui bersama dari masa ke masa. dari tantangan ke tantangan, yang semuanya telah membentuk karakter Kota Malang menjadi kota yang tangguh, adaptif dan penuh daya cipta.

Dari perjalanan panjang inilah, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mencetuskan tema peringatan Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Malang yaitu “Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas”.

Wali Kota Wahyu Hidayat saat apel upacara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang di halaman Balai Kota, Rabu (1/4/2026), menegaskan, tema ini merupakan sebuah penegasan komitmen bersama untuk terus melanjutkan langkah ke depan, menembus batasan, menuntaskan program pembangunan dan menghadirkan Kota Malang yang semakin berkelas dalam berbagai aspek kehidupan.

“Karena kita menyadari bahwa, perjalanan kedepan tidak kana semakin mudah, tantangan global, perubahan sosial, serta dinamika perkotaan menuntut kita untuk terus bergerak cepat, tepat dan terukur” ujar Wali Kota Wahyu Hidayat

Untuk itu, samangat melintas harus dimaknai sebagai keberanian untuk menembus berbagai inovasi, teknologi, budaya dan pembangunan. Sekaligus tangguh menghadapi beragam tantangan, bergaram tuntas sebagai komitmen untuk menyelesaikan setiap program pembangunan secara akuntabel.

“Semua itu ditegaskan dengan karakter “Mbois Berkelas” yang menggambarkan identotas, jati diri Kota Mlanag sebagai Kota yang keren, membanggakan, berstandar tinggi, serta tetap menjunjung nilai budaya, kreativitas dan solidaritas warganya, tanpa kehilangan jati diri lokalnya” terangnya

Dalam konteks penguatan jati diri dan identitas daerah inilah, kita perlu menghadirkan simbol-simbol budaya yang tidak hanya mencerminkan sejarah, namun juga membentuk identitas budaya kota malang yang khas dan berkarakter.

Salah satunya diwujudkan melalui perencanaan busana khas Kota Malang yang mengandung filosofi perpaduan nilai-nilai lokal, sejarah, serta nuansa kolonial yang telah menjadi bagian dari perkembangan kota Malang.

Dengan mengangkat unsur ikonik seperti tugu Malang, bunga teratai, motif batik kawung dari biji kopi pecah, serta sentuhan estetika klasik. Busana ini menjadi simbol harmoni antara sentuhan budaya lokal dengan histori kolonial.

“Tentu busana khas ini menjadi representasi jati diri, kebanggaan serta penguat citra Kota Malang sebagai Kota heritage yang mbois dan berkelas” ucap Wahyu Hidayat

Selaras dengan hal itu, di momentum hari ulang tahun ini, juga harus dimaknai sebagai ruang refleksi sekaligus titik akseleraai, refleksi untuk menilai apa yang telah kita capai, dan akselerasi untuk memastikan bahwa setiap langkah kedepan lebih terarah, terukur dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Di momen bersejarah ini, Wali Kota juga menyampaikan, bawah kondisi makro Kota Malang tahun 2025 menunjukkan kinerja yang positif, dengan IPM mencapai 85,55 (tertinghi kedua di Jawa Timur), angka kemiskinan turun menjadi 3,85 persen, tingkat pengangguran turun menjadi 3,95 persen, serta pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,92 persen.

“Capaian positif ini menjadi fondasi kuat sekaligus cerminan dari berbagai upaya dan inovasi yang telah dilakukan, yang juga berkontribusi pada diraihnya beragam prestasi dan penghargaan oleh Kota Malang di berbagai bidang” ungkapnya

Sepanjang tahun 2025 hingga 2026, Kota Malang juga menorehkan berbagai prestasi membanggakan, baik si tingkat internasional, nasional maupun regional.

“Pada tingkat internasional, Kota Malang meraih tiga penghargaan bergengsi diantaranya sebagai kota kreatif dunia UNESCO bidang media Art, Clean Air For Big Cities Award, dan Clean Tourist City Standar” urainya

Selain itu, Kota Malang juga meraih 37 penghargaan tingkat nasional, 29 tingkat provinsi Jawa timur, 2 tingkat regional Malang raya.

Wali Kota menjelaskan, berbagai capaian dan prestasi tersebut, tidak boleh menjadikan kita berpuas diri. Justru harus menjadi pemacu semangat bagi kita semua untuk terus melintasi berbagai tantangan serta bergerak tuntas meningkatkan kinerja,emper kuat kolaborasi, serta menghadirkan inovasi yang lebih progresif dan berdampak luas bagi masyarakat.

Pada momentum HUT ke 112 ini, Wali Kota Wahyu Hidayat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi.

“Mari kita jaga semangat kebersamaan, kita rawat rasa memiliki kota ini, dan kita wujudkan Kota Malang sebagai Kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga unggul dalam karakter, budaya dan kualitas hidup warganya” pungkasnya

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *