MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Pergantian kepengurusan Partai Golkar Kota Malang menyisakan satu pesan penting dari para kader senior. Setelah dinamika musyawarah daerah yang sempat memicu ketegangan internal, pengurus baru diminta segera merajut kembali soliditas partai dan mengembalikan fokus perjuangan pada kepentingan masyarakat.
Senior Golkar Kota Malang, Yudo Nugroho, menilai dinamika yang muncul dalam forum musyawarah merupakan sesuatu yang lazim dalam kehidupan organisasi politik. Perbedaan pandangan, bahkan sikap yang saling berseberangan, menurutnya merupakan konsekuensi dari proses demokrasi di tubuh partai.
Namun demikian, Yudo menegaskan bahwa tradisi kekeluargaan yang selama ini melekat dalam Partai Golkar diyakini mampu meredam berbagai ketegangan yang sempat terjadi selama proses musda.
“Dalam organisasi, musyawarah itu pasti ada pro dan kontra. Itu hal yang biasa. Tapi kami percaya karena Golkar memiliki kultur kekeluargaan yang kuat, berbagai perbedaan yang kemarin muncul akan segera cair,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh kader Golkar pada akhirnya memiliki tujuan yang sama, yakni memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa. Karena itu, berbagai dinamika yang sempat terjadi tidak seharusnya berlarut-larut.
Menurut Yudo, kepengurusan baru memiliki tugas penting untuk memastikan seluruh kader kembali berada dalam satu barisan perjuangan.
“Perbedaan pendapat yang kemarin muncul insya Allah akan segera luntur. Kita semua akan kembali pada rel yang sama, berjuang untuk kepentingan rakyat dan bangsa,” katanya.
Pandangan serupa juga disampaikan senior Golkar lainnya, Kris. Ia menilai momentum pergantian kepengurusan harus dijadikan titik konsolidasi bagi partai berlambang pohon beringin tersebut.
Kris mengakui bahwa dalam beberapa waktu terakhir Golkar di Kota Malang menghadapi berbagai dinamika yang cukup berat. Situasi itu bahkan sempat membuat kondisi partai terasa tidak sekuat sebelumnya.
“Beberapa waktu lalu kita sempat kena pukulan. Karena itu sekarang saatnya kita kembali kompak dan bersatu,” ujar Kris.
Menurut dia, konsolidasi internal menjadi kunci penting jika Golkar ingin kembali memperkuat posisinya di Kota Malang. Persatuan kader menjadi modal utama untuk membangun kembali kepercayaan publik.
Di sisi lain, Kris juga melihat komposisi kepengurusan baru yang melibatkan banyak kader muda sebagai peluang besar bagi regenerasi partai.
Kehadiran generasi baru dinilai dapat membawa perspektif dan energi segar dalam kerja-kerja politik ke depan.
“Harapan saya Golkar ke depan harus lebih besar lagi. Dengan banyaknya kader muda yang masuk dalam kepengurusan baru, ini bisa menjadi kekuatan baru bagi partai,” katanya.
Pesan para senior tersebut menjadi penanda bahwa fase pasca musda merupakan masa penting bagi Golkar Kota Malang untuk menata kembali organisasi.
Setelah melewati dinamika yang cukup panas, kepengurusan baru diharapkan mampu membangun soliditas internal sekaligus memperkuat peran partai dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat

























