Pasar Murah di Kedungkandang Tuai Sorotan Warga, Antrean Panjang hingga Lansia Berdesakan

  • Bagikan
banner 468x60

MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Kegiatan pasar murah yang digelar di Kantor Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, menjadi ramai di media sosial setelah sebuah video memperlihatkan antrean panjang warga yang ingin mendapatkan paket sembako bersubsidi.

Video yang diunggah akun TikTok @haqy.putri memperlihatkan ratusan warga mengantre di sepanjang jalan depan kantor kecamatan. Dalam keterangan video disebutkan warga berharap memperoleh paket sembako dengan harga Rp50.000. Mayoritas warga yang terlihat dalam antrean adalah ibu-ibu rumah tangga dan lansia.

Dalam rekaman berdurasi sekitar 2 menit 44 detik tersebut, situasi tampak cukup padat. Warga berdiri berjejer di tepi jalan menunggu giliran, sementara sebagian lainnya terlihat mencoba mendekat ke area pembagian paket sembako.

Sejumlah warganet yang melihat video tersebut turut memberikan tanggapan di kolom komentar. Sebagian menyampaikan empati kepada warga yang tidak kebagian paket sembako setelah lama mengantre.

Akun bestbeautymalang1 menuliskan komentar, “Semangat, masih belum rezeki,” sebagai bentuk dukungan kepada warga yang tidak mendapatkan paket sembako murah.

Sementara itu, akun kedai azzrah mengaku berhasil memperoleh paket sembako, namun harus melalui perjuangan panjang di tengah antrean yang padat. Ia menuliskan, “Alhamdulillah saya dapat, tapi perjuangan sampai ke depan. Rasanya tidak karuan demi beras.”

Komentar lain datang dari akun @avie ER yang menyoroti kondisi antrean yang dinilai kurang tertata. Ia menyebut situasi tersebut menjadi pelajaran agar kegiatan serupa dapat dikelola lebih baik.

“Jadi pelajaran untuk tidak tergiur barang murah yang ujung-ujungnya mengecewakan. Kasihan yang sudah antre dari pagi, banyak lansia juga yang membawa balita. Lebih kasihan lagi yang sempat terjepit karena berdesakan di gerbang,” tulisnya.

Dalam video lain yang beredar, seorang nenek juga menceritakan pengalamannya saat antre. Ia menyebut cucunya sempat hampir terinjak-injak karena warga saling berdesakan setelah mengetahui paket sembako yang tersedia hampir habis.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait mekanisme pembagian paket sembako maupun jumlah paket yang disediakan dalam kegiatan pasar murah tersebut.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik, terutama terkait pentingnya pengaturan antrean dan distribusi bantuan agar kegiatan sosial yang bertujuan membantu masyarakat tetap berjalan tertib dan aman bagi seluruh peserta.

Menanggapi kejadian ini, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, melalui pesan WhatsApp menyampaikan ketersediaan sembakonya memang lebih sedikit dibandingkan animo masyarakat.

“Kami segera melaporkan ke pimpinan untuk ada langkah sslanjutnya, terkait dengan pasar murah” tulisnya

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *