MALANGPOINT.COM | KOTA MALANG – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendorong penguatan ekosistem wirausaha muda dan pengembangan ekonomi kreatif di kalangan dunia usaha.
Komitmen memperkuat kolaborasi itu diwujudkan lewat kerja sama dalam kegiatan buka puasa bersama yang mempertemukan unsur pemerintah daerah, pengusaha, dan sejumlah asosiasi bisnis di Kota Malang, di Hotel The Alana, Sabtu (7/3/2026) malam.
Ketua KADIN Kota Malang, Djoko Prihatin, menegaskan pihaknya siap terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pengusaha muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kota.
Menurut Djoko, sinergi antara pemerintah, DPRD, dan dunia usaha menjadi kunci agar perekonomian Kota Malang tetap tumbuh di tengah dinamika dan tantangan ekonomi global.
“Kami ingin duduk bersama pemerintah untuk melakukan berbagai kajian yang nantinya dapat menjadi masukan bagi wali kota dan wakil wali kota, khususnya dalam memperkuat ekosistem investasi di Kota Malang,” ujarnya.
Ia menambahkan, KADIN bersama HIPMI berharap dapat terlibat aktif dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan di daerah.
Pada kesempatan yang sama, KADIN Kota Malang juga memberikan penghargaan “KADIN Award Economic and Leadership” kepada sejumlah tokoh dan pelaku usaha yang dinilai berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi daerah.
Penghargaan tersebut diberikan dalam tujuh kategori, termasuk kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang.
Beberapa penerima penghargaan berasal dari kalangan pelaku usaha yang berhasil menembus pasar ekspor hingga Amerika Serikat serta pelaku industri animasi yang telah menjalin kemitraan dengan perusahaan internasional.
Djoko berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pelaku usaha lainnya untuk terus berinovasi dan memperluas pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin yang hadir dalam acara tersebut menilai HIPMI bersama Kamar Dagang dan Industri memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, organisasi pengusaha muda menjadi motor penting dalam menumbuhkan wirausaha baru di Kota Malang.
Ali menjelaskan Kota Malang akan menghadapi bonus demografi pada tahun 2030 sehingga generasi muda perlu dipersiapkan dengan baik agar mampu memanfaatkan peluang tersebut melalui kegiatan usaha.
“HIPMI dan Kadin memiliki peran yang sangat vital sebagai motor penggerak ekonomi. Kota Malang akan menghadapi bonus demografi pada 2030 sehingga generasi muda perlu didorong untuk terjun dalam dunia usaha,” kata Ali.
Ia menilai jika generasi muda tidak disiapkan sejak dini, bonus demografi justru berpotensi menjadi tantangan besar bagi daerah. Karena itu pemerintah kota berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan HIPMI dan Kadin dalam membangun ekosistem usaha yang lebih kuat.
“Pemerintah Kota Malang akan bergandengan tangan dengan Kadin dan HIPMI untuk meningkatkan ekosistem usaha, terutama bagi generasi muda, mulai dari pembinaan hingga akses permodalan,” ujarnya.
Ali juga menyoroti potensi besar ekonomi kreatif di Kota Malang yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Ia menyebut Malang memiliki tiga modal utama untuk mengembangkan sektor tersebut.
Pertama adalah budaya Malangan yang kuat. Kedua adalah talenta generasi muda yang kreatif. Ketiga adalah perkembangan teknologi yang sangat cepat diadaptasi oleh masyarakat, terutama kalangan muda.
Dengan tiga kekuatan tersebut, ia optimistis sektor ekonomi kreatif di Kota Malang dapat berkembang jauh lebih pesat dalam beberapa tahun mendatang.
“Ekonomi kreatif di Kota Malang saya yakin bisa tumbuh dua hingga tiga kali lipat dari sekarang. Bahkan sektor ini menyumbang hampir 40 persen hingga sekitar 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Ke depan pemerintah daerah akan terus meningkatkan kolaborasi dengan HIPMI dan Kadin untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis ekonomi digital, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang diproyeksikan menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi Kota Malang dalam lima tahun ke depan.

























