MALANGPOINT.COM | MALANG – Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, menilai nasihat para tokoh senior partai menjadi arah penting bagi kepengurusan baru dalam menata kembali soliditas organisasi.
Pesan itu ia terima dalam pertemuan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar bersama para sesepuh Golkar sebagai bagian dari rangkaian safari Ramadan.
Menurut Djoko, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda berbuka puasa, melainkan ruang untuk menyambung kembali komunikasi politik di internal partai setelah melalui dinamika organisasi yang cukup intens.
“Kami mengundang para sesepuh yang selama ini menjadi bagian dari dewan pertimbangan. Selain berbuka bersama, ini juga momentum untuk kembali mempererat silaturahmi setelah dinamika yang sempat terjadi di internal partai,” kata Djoko.
Ia menjelaskan, safari Ramadan yang dilakukan kepengurusan baru Golkar Kota Malang dimulai dengan kunjungan ke sejumlah kecamatan, dilanjutkan dengan silaturahmi kepada Wali Kota Malang, hingga akhirnya bertemu dengan para tokoh senior partai.
Bagi Djoko, pertemuan dengan para sesepuh memiliki arti penting karena dari merekalah kepengurusan baru mendapatkan arahan sekaligus pengingat tentang fondasi dasar organisasi.
Dalam pertemuan tersebut, para senior Golkar menyampaikan pesan yang cukup jelas. Kepengurusan baru diminta menjaga konsolidasi partai serta memastikan kekompakan tetap terpelihara.
“Para sesepuh berpesan agar konsolidasi tetap dijaga. Kekompakan dan kesolidan itu sangat penting karena visi besar partai tidak akan tercapai tanpa persatuan di internal,” ujarnya.
Tak hanya itu, para senior juga menekankan pentingnya merangkul semua kader, termasuk mereka yang sebelumnya berada dalam dinamika internal partai.
Menurut Djoko, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan Golkar terletak pada kemampuannya menjaga kebersamaan di tengah perbedaan pandangan.
“Beliau-beliau mengingatkan agar semua yang kemarin terlibat dalam dinamika tetap dirangkul kembali. Kita harus menyatukan langkah karena tujuan kita sama, yaitu membesarkan partai,” katanya.
Dalam agenda tersebut, DPD Golkar Kota Malang sebenarnya mengundang sejumlah tokoh senior yang selama ini memiliki kontribusi besar dalam perjalanan partai di tingkat daerah.
Beberapa nama yang diundang di antaranya Sofyan Edi Jarwoko, Rudi, Agus Sukamto, serta sejumlah tokoh lainnya yang pernah berperan dalam kepengurusan Golkar Kota Malang.
Namun dari sejumlah undangan tersebut, hanya beberapa tokoh yang dapat hadir karena agenda masing-masing, terlebih kegiatan berlangsung di tengah bulan Ramadan yang semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri.
“Yang hadir hari ini ada Pak Yudo Nugroho, Pak Kris, dan Pak Sunari Tanto. Pak Yudo sendiri merupakan Ketua Dewan Penasehat kami,” jelas Djoko.
Sementara itu, Djoko juga memastikan komunikasi dengan para senior tetap berjalan. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya kepengurusan Golkar Kota Malang telah bersilaturahmi langsung ke kediaman Sofyan Edi Jarwoko.
Dalam pertemuan tersebut, pesan yang disampaikan juga menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi.
“Bung Edi juga menyampaikan pesan yang sama. Golkar harus menjaga konsolidasi, kesolidan, dan kekompakan agar bisa kembali berjaya,” ujarnya.
Di sisi lain, Djoko juga mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat posisi Golkar di Kota Malang. Salah satu fokus utama adalah memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Penguatan struktur partai hingga akar rumput dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan organisasi sekaligus upaya memperluas basis dukungan masyarakat.
Selain itu, kepengurusan baru juga akan memperkuat program kaderisasi melalui pendidikan politik bagi kader muda. Program ini diarahkan untuk mencetak generasi pemimpin baru yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan pemahaman politik yang matang.
Golkar Kota Malang juga berencana meningkatkan peran organisasi sayap partai serta membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi kalangan pemuda dan perempuan dalam aktivitas politik maupun sosial kemasyarakatan.
Djoko menilai langkah tersebut penting agar partai tetap adaptif terhadap dinamika masyarakat sekaligus mampu menjawab tantangan politik ke depan.
“Yang kami bangun bukan hanya konsolidasi internal, tetapi juga memperkuat hubungan dengan masyarakat. Golkar harus tetap hadir dan relevan di tengah kehidupan warga,” kata Djoko.
Dengan menggabungkan pesan para senior dan strategi penguatan organisasi, kepengurusan baru Golkar Kota Malang berharap dapat membangun kembali energi kolektif partai sekaligus memperkuat posisinya dalam peta politik daerah.

























