MALANGPOINT.COM | Dinamika internal Partai Golkar Kota Malang memasuki babak baru seiring munculnya sejumlah nama yang menyatakan kesiapan maju dalam pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Malang.
Salah satu figur yang menjadi sorotan adalah H. Mochamad Anton, atau yang akrab disapa Abah Anton, mantan Wali Kota Malang periode 2013–2018.
Abah Anton menyatakan bahwa keputusannya ikut dalam kontestasi internal partai bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan bentuk tanggung jawab politik atas dorongan kader dan tokoh senior Partai Golkar.
Ia menilai Golkar membutuhkan penguatan organisasi dan konsolidasi serius agar mampu bersaing pada Pemilu 2029 mendatang.
“Saya masuk dan mendaftarkan diri karena dorongan para senior dan kader Golkar di Kota Malang. Mereka berharap Golkar ke depan lebih solid dan mampu kembali menjadi kekuatan utama,” kata Abah Anton kepada wartawan usai menyampaikan kesiapannya mengikuti proses pencalonan.
Menurutnya, Golkar Kota Malang memiliki potensi besar jika dikelola dengan strategi yang tepat dan berbasis pada aspirasi akar rumput.
Ia menekankan pentingnya kerja kolektif dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja partai selama ini, termasuk pemetaan kekuatan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Tadi kita sudah melihat bagaimana antusiasme dan dukungan itu muncul dari berbagai elemen. Ini menjadi pengingat bahwa Golkar harus berani melakukan perubahan agar bisa menang di 2029,” ujarnya.
Proses pencalonan Ketua DPD Golkar Kota Malang sendiri dilakukan melalui mekanisme Musyawarah Daerah (Musda) yang melibatkan pemilik hak suara dari unsur pengurus dan organisasi sayap partai.
Setiap bakal calon diwajibkan memenuhi persyaratan administratif serta dukungan minimal sesuai ketentuan internal partai.
Abah Anton mengaku optimistis dapat memenuhi syarat dukungan tersebut. Namun demikian, ia menegaskan siap menerima apa pun hasil Musda nanti sebagai bagian dari keputusan organisasi.
“Berapa pun hasilnya, itu kita serahkan sepenuhnya kepada mekanisme partai, baik di tingkat provinsi maupun pusat. Yang terpenting, niat saya adalah memperkuat Golkar dan membawa semangat kemenangan,” tegasnya.
Musda Golkar Kota Malang dinilai menjadi momentum strategis untuk menentukan arah kepemimpinan partai lima tahun ke depan.
Siapa pun yang terpilih diharapkan mampu menyatukan kader, memperluas basis dukungan, serta meningkatkan daya saing Golkar dalam kontestasi politik lokal dan nasional.

























