MALANGPOINT. COM | KOTA BARU – Peringatan Earth Day 2026 di kawasan Coban Rais, Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, berlangsung dengan cara yang tidak biasa. Di tengah isu krisis iklim yang kian nyata, Williams Sonoma memilih turun langsung ke lapangan, menanam pohon dan menyasar perlindungan sumber mata air, alih-alih sekadar kampanye simbolik.
Kegiatan ini memperlihatkan pergeseran cara pandang perusahaan terhadap tanggung jawab lingkungan. Bukan lagi sebatas program tanggung jawab sosial yang formal, tetapi mulai diarahkan pada aksi konkret yang menyentuh persoalan ekologis di tingkat tapak.
Coban Rais dipilih bukan tanpa alasan, kawasan ini menjadi salah satu penyangga penting ekosistem di Kota Batu yang menghadapi tekanan perubahan iklim dan aktivitas manusia.

Perwakilan Williams Sonoma, Ita, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang terus dikembangkan agar lebih relevan dengan kebutuhan lingkungan di setiap lokasi.
“Salam sejahtera, ini adalah bentuk support terhadap kami. Intinya kegiatan ini kami lakukan setiap tahun dalam perayaan Hari Bumi dengan berbagai variasi kegiatan. Untuk kali ini cukup spesial karena kami diberi kesempatan di sini. Kami sangat berterima kasih, semoga langkah kecil yang mungkin kita lakukan ini bisa bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan langsung di lapangan menjadi cara untuk membangun kesadaran yang lebih nyata, tidak hanya bagi internal perusahaan, tetapi juga komunitas sekitar. Ia menekankan bahwa perubahan besar justru sering berawal dari intervensi kecil yang dilakukan secara konsisten.

Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan ini turut memperkuat pesan bahwa isu lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Kasat Binmas Polres Batu, AKP Hendik Yuli Prasetyo, yang hadir mewakili Kapolres Batu, mengapresiasi inisiatif kolaboratif tersebut.
“Salam sejahtera, saya selaku Kasat Binmas mewakili Bapak Kapolres menyampaikan mohon maaf beliau tidak bisa hadir langsung karena ada kegiatan di Surabaya. Terima kasih atas undangan dari rekan-rekan Williams Sonoma dan komunitas peduli lingkungan. Kegiatan ini penting sebagai bentuk kepedulian terhadap alam sekaligus mengantisipasi potensi bencana ke depan,” katanya.
Ia menyoroti kondisi cuaca yang semakin tidak menentu, mulai dari suhu yang meningkat hingga ancaman kemarau panjang. Dalam konteks itu, pelestarian vegetasi dan sumber air dinilai sebagai langkah preventif yang tidak bisa ditunda. “Dengan kegiatan ini, paling tidak kita bisa membantu menjaga sumber mata air agar tetap lestari untuk kebutuhan ke depan,” lanjutnya.
Dari sisi komunitas, Sekretaris Perkumpulan Pecinta Alam Batu Ijo Royo Royo, Heru Iswanto, melihat keterlibatan perusahaan sebagai energi tambahan dalam gerakan pelestarian lingkungan. Ia menyebut kolaborasi seperti ini membuka ruang bagi keberlanjutan aksi yang lebih terarah.

Heru berharap penanaman pohon yang dilakukan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia mendorong adanya komitmen jangka panjang, termasuk perawatan dan pengawasan, agar pohon yang ditanam benar-benar tumbuh dan berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem.
Ia juga menilai pentingnya edukasi kepada masyarakat agar kesadaran lingkungan tidak hanya muncul saat peringatan Hari Bumi, tetapi menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.
Aksi di Coban Rais ini memperlihatkan bahwa peringatan Hari Bumi bisa menjadi ruang refleksi sekaligus aksi. Ketika perusahaan, aparat, dan komunitas bertemu dalam satu kepentingan, upaya menjaga lingkungan tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan kebutuhan bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan. (cha/agr)

























